Senin, Oktober 13, 2014

Hasan Tiro dan RI


Jauh sebelum memproklamirkan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Gunung Halimon, Pidie pada 4 Desember 1976, Hasan Tiro adalah seorang republiken. Tiro muda dikenal 
sebagai salah seorang pengibar bendera Merah Putih ketika Indonesia baru merdeka.Dia juga pernah terlibat dalam organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) di Pidie.
Kecintaannya terhadap sesuatu yang berbau Indonesia berubah total setelah menyaksikan berbagai ketidakadilan dan penindasan yang dilakukan Pemerintah terhadap Aceh dan 
wilayah-wilayah lain di Indonesia. Saat Daud Beureu’eh memproklamirkan Aceh sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia (NII) pimpinan Kartosuwiryo, Tiro yang waktu itu
 sedang kuliah di Amerika segera bergabung dalam gerakan tersebut. Bahkan, massifnya operasi pembersihan tentara Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), Tiro mengirim 
surat terhadap PM Ali Sastroamidjojo agar menghentikan aksi kekerasan terhadap aktivis DI/TII.
 Sejak itulah, Hasan Tiro melawan semua yang berbau Indonesia.
Tiro boleh saja dipandang sebagai salah satu orang yang merongrong kewibawaan negara 
Indonesia yang sah, tetapi dia memiliki alasan yang cukup. Menurutnya, Indonesia cenderung
 dibangun secara sentralistik dengan mengabaikan peran wilayah-wilayah lain di Indonesia
 yang memiliki kontribusi terhadap Pemerintah Pusat di Jakarta. Selain tindakan kekerasan 
yang massif, upaya Pemerintah Pusat menjadikan daerah-daerah yang memiliki kekayaan 
alam sebagai sapi perahan mendorong Tiro untuk melawan konsep sentralistik dan otoriter
 tersebut.
Pada tahun 1958, Tiro menulis buku ‘Demokrasi untuk Indonesia’. Di buku ini, Tiro menawarkan
 konsep negara federasi untuk Indonesia. Solusi negara federasi dipandang cocok untuk Indonesia dengan menghargai daerah-daerah yang memiliki kekayaan alam melimpah serta 
menghormati kekhasan wilayah-wilayah tersebut, sekaligus solusi menghentikan perlawanan 
DI/TII. Namun, saat itu, wacana negara federasi dipandang tidak cocok untuk Indonesia, apalagi pernah punya pengalaman gagal dengan konsep tersebut. Sebut saja, gagalnya Republik Indonesia Serikat (RIS), yang dianggap sebagai negara boneka, bentukan Belanda.
Pun begitu, setelah gerakan reformasi 1998, wacana Negara Federasi kembali menggelinding 
setelah Amien Rais mengusulkan ide serupa. Negara kesatuan (NKRI) dipandang terlalu Jawa-sentris, dan lebih sering menganak-tirikan daerah-daerah lain di Indonesia. Bahkan, ketika wacana pemisahan diri Aceh dari Indonesia menguat, baik dari Gerakan Aceh Merdeka 
maupun masyarakat sipil dalam bentuk referendum, Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) 
saat itu, Prof Dr Dayan Dawood, MA, juga mengusulkan wacana federasi. Menurutnya, dengan negara federasi akan menyelamatkan Indonesia dari ambang kehancuran.
Di luar itu, ada hal yang lebih penting dari gerakan yang dibangun Hasan Tiro. Bahwa, di balik ngototnya Hasan Tiro memerdekakan Aceh, ternyata Tiro sudah memberi 
penyadaran nasionalis kepada Aceh dan juga wilayah-wilayah lain di Indonesia, bahwa konsep sentralistik Jakarta harus dilawan. Beruntung, pascareformasi,
Indonesia mulai mengoreksi model pembangunan yang selama ini lebih Jawa-sentris menjadi lebih menghargai daerah-daerah, yang selama ini menjadi penyumbang terbesar
 terhadap penerimaan negara.
Saya pikir, inilah salah satu warisan (legacy) Hasan Tiro untuk Indonesia (termasuk Aceh). Indonesia sudah berubah, apalagi dengan memberlakukan sistem desentralisasi dan 
memberi kewenangan yang lebih besar untuk Pemerintah Daerah. Bagi Aceh, mudah-mudahan, 
sekali pun tak merdeka, minimal merdeka dalam NKRI: pembangunan berkembang, rakyat sejahtera, dan relasi Aceh-Jakarta kembali pulih seperti semula. Apalagi,
 Aceh pernah menjadi modal republik ini!

Under Creative Commons License: Attribution 
Follow us: @almubarak on Twitter | taufik.mubarak on Facebook

Minggu, Oktober 12, 2014

JEUNGKI

jeungki Jingki atau jeungki adalah sebuah alat tradisional yang terbuat dari kayu pilihan yang digunakan oleh masyarakat Aceh untuk menumbuk padi menjadi beras atau menumbuk beras menjadi tepung pada era sebelum 1990. Alat ini sangat mudah ditemukan hampir disetiap rumah di kampung-kampung. Sekarang alat ini sudah sangat jarang digunakan dan dijumpai karena telah digantikan oleh alat-alat moderen. Cara Kerja Digerakkan dengan kaki pada titik tumpang lebih keujung pengungkit sehingga memberikan pukulan yang lebih keras. Diujung pengungkit dipasang suatu kerangka terdiri atas 2(dua) bagian tegak lurus yang di hubungkan oleh kayu as (penggerak) harizontal sehingga jeungki akan naik turun. Diujung sisi lain tempat dipasangkan alu (alee dalam bahasa Aceh) untuk menumbuk lesung.

Rabu, Mei 02, 2012

Mengapa Pelat Bocor & Merembes

Bocor atau rembes bisa berasal dari retak pada Pelat beton, hal ini umumnya disebabkan oleh: Pelat beton mengalami suhu panas dingin yang ekstrem sehingga memicu timbulnya retak susut. Setelah beton dicor, perawatan dengan menggunakan Curing Compound atau genangan air air selama 7 hari tidak dilakukan Saat beton belum kuat (belum kering sempurna) ditempatkan beban yang melebihi kapasitas / daya dukung pelat beton tersebut,Terjadi pergerakan, baik di struktur bangunan atau pondasi, sehingga pelat beton mengalami gaya vertical dan horizontal Solusi A. Dak beton yang baru akan dibangun :
Perhatikan struktur beton dari dak tersebut, hal ini penting agar meminimalkan keretakan yang di timbulkan oleh masalah struktur. Sebaiknya, beton dengan tebal 15 cm, menggunakan tulangan besi ulirdiameter 10 mm dengan jarak 20 cm atau diameter 12 cm dengan jarak 30 cm, lurus ke dua arah, atau menggunakan Welded Wiremesh diameter 8 mm dengan jarak 15 cm. Agar dak beton benar-benar waterproof, bahann yang paling baik digunakan adalah bahann Integral waterproofing khusus untuk dak beton (AQUAPEL- aditif yang bereaksi dengan semen yang menghasilkan bahann lilin yang akan bersenyawa dengan betonsecara keseluruhan dan beton menjadi waterproof secara permanen), hal ini penting agar bangunan anda terbebas dari masalah kebocoran & perbaikan berulang-ulang. Perhatikan pula jumlah air yang digunakan, jumlah air yang terlalu banyak dapat menyebabkan timbulnya banyak retak, sebaiknya gunakan Plasticiser (Aditif pengurang air serta membuat beton lebih mudah dipadatkan, seperti AQUAPEL Komponen B). Perhatikan pula masalah perawatan setelah pengecoran, hal ini penting untuk mencegah beton retak karena terjadi perubahannsuhu yang ekstrem, setelah beton kering (4-6 jam setelah dicor), segera aplikasikan CALCURE B *R (Curing Compound) atau genangi dengan air selama 7 hari. Untuk menghindari retak akibat pergerakan sebaiknya dak beton tidak di tempatkan beban berat yang melebihi kapasitas, serta support sebaiknya tetap dipasang sampai beton kering sempurna (28 hari).
b. Dak beton lama yang bocor atau rembes : Jika keretakan telah terjadi, solusinya adalah dengan melakukan perbaikan. Bobok atau potong (menggunakan mesin potong keramik) lokasi retak di beton dengan kedalaman minimal 2 cm. Setelah dibersihkan dan dilembabkan, isi / tambal bekas bobokan tersebut dengan campuran semen baru dan cairan yang bersifat bonding & waterproof. Sebelumnya aplikasikan lembeton, setelah setengah kering isi celah retak dengan campuran semen-bonding/waterproofing tersebut. taken from http://

Senin, April 02, 2012

Fujiboga: Analisa Harga Satuan untuk Gedung (Versi terbaru)

Fujiboga: Analisa Harga Satuan untuk Gedung (Versi terbaru): Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebuah proyek tidak terlepas dari Analisa Harga Satuan. Analisa Harga Satuan tersebut di buat berdas...

Minggu, Agustus 14, 2011

Tampilan Layar Monitor Terbalik

tadi siang , tiba-tiba tampilan layar monitor dari laptop saya terbalik 180 derajat….. kejadian itu bener-bener bikin saya bingung. karena sehari sebelumnya komputer itu masih normal dan belum di apa-apain… saya langsung berkesimpulan kalau monitor itu rusak, dan saya yakin betul kalau masalahnya terletak pada bagian CPU alias keyboard yang di obrak abrik oleh keponakan ku, sehingga gambar terputar 180 derajat. pokoknya masalahnya ga jauh dari bagian vertikal, itu menurut pikiran saya saat itu.

Kemudian setelah saya perhatikan lebih jauh komputer itu, disaat booting pada tampilan windows XP tampak normal tapi setelah masuk ke windows tampilan desktop pun jadi terbalik lagi seperti semula..


Setelah berputus asa karena belum menemukan jalan keluar akhirnya saya pun memutuskan untuk berpikir sejenak, dan langsung tertuju pada mesin mister google

Gila!!!!!

Dengan menekan tombol ctrl + alt + panah atas

Jreeeng!!!!!!!!!!!! tampilan dimonitor kembali normal…………

"saya mengambil kesimpulan,
kita baru bisa belajar dari kegagalan"



“Maha besar allah yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa”

“Allah bisa membuat sesuatu yang mudah menjadi susah dan sesuatu yang susah menjadi mudah”